4 LANGKAH YANG PERLU KITA KETAHUI SEBELUM TRADING, AGAR CEPAT CUAN !!!
Dalam trading kita harus mempunyai bekal 4 poin yaitu :
1. Price Action
2. Candlestick
3. Trend
4. Indikator
price action menciptakan candlestick, candlestick menciptakan trend, dan kemudian trend menciptakan indikator, jadi price action adalah poin yang paling dasar untuk kita pelajari dan kita pahami terlebih dahulu.
1. PRICE ACTION
price action adalah harga yang sedang berjalan atau pengertian mudahnya yaitu angka 3 digit pada kolom sebelah kanan kemudian kita ambi yang 2 digit. contoh pada gambar dibawah 641.868586475 tiga digit terakhir 475 maka kita ambil yang 47
price action yang baik adalah price action yang bergerak dominan naik dan berat untuk turun untuk trend up, dan sebaliknya bila tren down. contoh pergerakan price action dalam 1 candle stick :
sebagaimana yang kita lihat pada gambar di atas bahwa sanya 1 candle stick yang sama itu mempunyai price action yang berbeda, maka dari itu juga memerlukan tindakan yang berbeda. oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami price action tersebut.
cara membaca price action adalah dengan menganalisa 20 detik sebelum perpindahan candle apakah kuat naik atau kuat turun, apabila kuat naik kita hajar buy pada perpindahan candle dengan catatan price actionnya harus baik, dan lebih akurat lagi baca 10 detik setelah perpindahan candle apakah masih kuat naik atau tidak, tapi apabila candle sudah terlalu tinggi jangan OP. contoh :
2. CANDLESTICK
candlestick adalah kesimpulan harga yang dihasilkan oleh pergerakan price action dalam waktu 1 menit apabila menggunakan time frime 1 menit. candlestick itu mempunyai 2 komponen, yaitu bodi dan sumbu. bodi adalah harga yang telah disepekati sedangkan sumbu adalah harga yang tidak disepakati. contoh :
dalam perjalanan price action membentuk pola candlestick dia akan membentuk salah satu dari 2 hal, yaitu membentuk bodi atau membentuk sumbu, ini lah yang harus kita perhatikan, karena setiap price action yang membentuk bodi dan yang membentuk sumbu candlestick itu memerlukan tindakan yang tidak sama. seperti keterangan sebelumnya bahwasanya satu candlestick dengan pola yang sama belum tentu mempunyai price action yang sama. contoh :
pada gambar di atas baik nomor satu atau nomor dua itu adalah pola candlestick yang sama, namun memiliki price action yang berbeda, pada gambar nomor 1 price action yang terjadi adalah membentuk bodi pada candle, sedangkan pada gambar nomor 2 price action membentuk sumbu pada candle.
Dibawah ini terdapat macam-macam candlestick,
candlestick-candlestick tersebut adalah :
1. Hammer
2. Morubouzu
3. Mother bar
4. Engulfing
5. Strong buy
6. Strong sell
1. Hammer
Hammer adalah pola candlestick yang mempunyai bentuk ideal 60% sumbu dan 40% berbentuk bodi bisa juga 50% sumbu dan 50% bodi. contoh bentuk-bentuk hammer :
pada gambar nomor 1 dan 2 kita bisa ambil open posisi ketika muncul pada saat Up trend, dan pada gambar nomor 3 dan 4 kita bisa ambil open posisi ketika muncul pada saat down trend, namun kita jangan langsung ambil open posisi, melainkan harus menunggu konfirmasi (candle selanjutnya) dulu.. kita akan bahas satu persatu.
PEMBAHASAN
1) Shooting Star ( Inverted Hammer )
pada hammer ini kita bisa ketahui bahwasanya price action yang bergerak membuat 2 hal, yaitu bisa jadi membuat sumbu juga bisa jadi membuat bodi. untuk cara open posisinya kita bisa OP ketika dalam keadaan Uptrend, tapi harus menunggu konfirmasi (candle selanjutnya), apabila candle selanjutnya bodinya mampu menembus setengah dari sumbu hammer maka kita OP buy, dan apabila menembus setengah bodi hammer maka kita OP sell. namun apabila dalam konfirmasi (candle selanjutnya) masih belum tertembus maka kita tunggu lagi konfirmasi selanjutnya (candle kedua)..
CONTOH :
2) Shooting Star ( inverted Hammer/ Hammer strong Sell )
pada hammer ini kita bisa ketahui bahwasanya price action yang bergerak hanya membuat bodi. oleh karena itu hammer tersebut bisa juga disebut hammer strong sell. untuk cara open posisinya ketika trend dalam keadaan naik kemudian muncul hammer tersebut maka kita bisa langsung OP SELL pada perpindahan candle. akan tetapi lebih akuratnya lagi kita bisa menunggu konfirmasi. apabila konfirmasi berbalik arah dan menembus setengah sumbu pada hammer maka kita OP buy pada perpindahan candle. apabila konfirmasi terus turun dan tidak terlalu panjang maka kita bisa OP sell pada perpindahan candle. CONTOH :
Catatan : apabila konfirmasi terlalu panjang, maka kita hindari open posisi pada perpindahan candle, kita skip dan cari moment berikutnya.
3) Hammer Strong Buy
hammer ini adalah kebalikan dari hammer strong buy. bila hammer strong sell kita bisa OP dalam tren naik, namun bila hammer strong buy kita bisa OP ketika tren lagi turun (downtrend ). Contoh :
Catatan : apabila konfirmasi terlalu panjang, maka kita hindari open posisi pada perpindahan candle, kita skip dan cari moment berikutnya.
4) Hammer
hammer ini adalah kebalikan dari hammer shooting star pada gambar nomor 1. bila hammer shooting star kita bisa OP ketika tren naik, namun bila hammer ini kita bisa OP ketika tren lagi turun (down tren) .
Catatan : apabila konfirmasi menembus setengah bodi/sumbu akan tetapi bentuk/ukuran bodinya terlalu panjang maka kita hindari open posisi pada perpindahan candle, kita skip dan cari moment berikutnya.
2. CANDLESTICK MORUBOUZU
Candle Morubouzu adalah candle yang keseluruhannnya berbentuk bodi. morubozu yang normal bentuk bodinya tidak terlalu panjang, apabila terlalu panjang maka bukan morubouzu akan tetapi candle yang tercipta bisa saja karena news ( berita ekonomi ). yang kita analisa adalah mourubozu yang normal. cara melakukan open posisi yaitu contoh mourubozu warna hijau,apabila candle setelahnya tidak berbalik arah dan tidak menembus setengah dari bodi candle morubouzu maka kita open posisi buy, tapi apabila candle setelah mourubozu berbalik arah dan menembus setengah dari bodi maka OP sell.
Contoh :
3. MOTHER BAR
Motherbar adalah candle besar yang setelahnya muncul candle-candle kecil (inshertbar) yang bodi dari inshertbar tersebut tidak mampu menembus bodi dari motherbar, baik bodi atas maupun bodi bawah motherbar. Untuk OP pada moment ini adalah ketika bodi dari inshertbar menembus bodi motherbar. bila menembus bagian atas bodi mother bar OP Buy, dan bila menembus bodi bawah OP sell. dengan catatan bodi inshertbar yang menembus bodi motherbar tersebut tidak terlalu panjang. dan perlu dicatat lagi bahwasanya jumlah inshert bar yang akurat pada moment ini adalah 3 - 5 candle. apabila terjadi lebih dari 5 maka kita harus berhati-hati.
contoh :
4. ENGULFING
Engulfing adalah candlestick yang terjadi apabila tren naik kemudian muncul candlestick warna merah yang ukuran bodinya menutupi candlestick sebelumnya. apabila tren turun maka sebaliknya. untuk open posisinya ketika terjadi trend naik kemudian muncul candlestik merah yang menutsell. untuk lebih akuratnya dan menghindari ternyata engulfing tersebut cuma koreksi kita tunggu candle selanjutnya apakah masih meneruskan turun dan candlenya tidak terlalu panjang, maka kita bisa OP sell.. dan begitu juga ketika trend naik. dengan catatan price action nya juga baik.
Contoh :
5. STRONG BUY
Candle strong buy adalah candle yang memiliki sumbu 30% badan 60% dan sumbu atas kecil atau 10%. atau juga bisa sumbu bawah lebih panjang dari badan.
strong buy ini harus terjadi ketika trend dalam keadaan naik dan terbentuk-nya itu harus membentuk sumbu bawah terlebih dahulu dan naik dengan price action yang bagus dan menciptakan bodi. tidak boleh ketika perpindahan candle dia membentuk sumbu atas. dan tidak boleh juga ketika membentuk badan itu pergerakan dari price action secara tiba tiba, gambarannya dia membentuk ekor dulu kemudia secar cepat dia langsung membentuk bodi dan berpindah candle, maka strong buy yang terjadi seperti ini tidak valid atau bisa dibilang gagal. dan pada kasus candle strong buy ini sangat bagus ketika dijadikan sebagai konfirmasi, entah itu hammer, morubozu, motherbar dan engulfing.
Perhatikan contoh berikut ini :
6. STRONG SELL
Candle strong sell adalah kebalikan dari candle strong buy. bila strong buy terjadi bila trend naik maka sebaliknya strong sell ketika tren turun.
CATATAN PENTING.
sebelum kita melakukan open posisi pada candlestick yang telah kita pelajari tadi yaitu hamer, morubozu, motherbar, engulfing, strong buy dan strong sell, yang kita perhatikan terlebih dahulu adalah, trend, sumbu, candlestick dan price action.
TREND : kita perhatikan apakah tren yang terjadi itu minor, mayor atau sideways atau bahkan tidak mempunyai trend, bisa dikatakan tren zigzag.. perlu kita ketahui yang kita ambil disini adalah tren dalam keadaan minor dan mayor. dan ingat jangan coba coba membuka perdagangan dengan melawan arah trend.
SUMBU : yang perlu diperhatikan lagi adalah sumbu. apabila trend dalam keaadan turun akan tetapi ada beberapa candle yang memiliki sumbu dibawah panjang berarti itu indikasi kekuatan naik mulai kuat. apabila kita menemukan candle yang memiliki indikasi akan turun tapi banyak sumbu bawah maka kita skip saja tunggu candle candle selanjutnya.
CANDLESTICK DAN PRICE ACTION : yang kita perhatikan lagi yaitu proses terbentuknya candlestick apakah terbentuknya itu dangan price action yang baik atau tidak. apabila kesemua yang diatas sudah kita perhatikan dan pahami keakuratan analisa kita akan semakin tajam dan profitable.
LINK DAFTAR OLYMP TRADE :
https://trkmad.com/2064064















Komentar
Posting Komentar